KETIKA SI BIRU MEMAYUNGI QALBU
Ada yang hilang saat bayangmu beranjak pergi dari anganku, entahlah, si biru mulai hadir. Air mata sendu mengusik bahagia jiwaku, termaktub aku dalam suatu sepi yang tak terbayang sebelumnya, aku rindukan dirimu. Entah sahabatku, aku mungkin akan berdosa dengan ini, menyesali takdir Tuhan yang tergores untukmu kawan, aku berdoa ssemoga sang Kholiq tak enggan menemani harimu disana, menjadikan ridhoNya sebagai payungmu di mahsyar. meski kini si biru menjadi selimut hatiku, tak peduli apa yang mereka katakan, yang terpenting arti penting ini semua beserta lasan yang tersirat.
hiraukan semua yang pernah terjadi kawan, karena Dia lebih tahu dari mereka......
sahabat, kasihmu ada disini meski enkau tinggalkan aku dengan rasa biru ini....